Postingan

Menampilkan postingan dari 2007

KENANGAN HARI INI

Mengetahui bahwa kemarin adalah kenangan hari ini dan mimpi esok hari… Itulah bernyanyi dalam dirimu yang masih tinggal di dalam ikatan masa pertama itu yang menyerahkan bintang ke angkasa. Bila dalam pikiranmu kau harus mengukur waktu dalam musim, biarkan masing-masing cuaca berputar diseluruh musim…. Dan biarkan hari ini memeluk masa lalu dengan kenangan dan masa depan dengan penantian.

SENYUMMU

Aku tak tahu harus berkata apa perih di dadaku telah kau obati dengan senyummu aku hanya bisa berharap untuk menempatkanmu dipundi-pundi kebahagiaanku karena kau satu-satunya. Hidupku tanpamu adalah sebuah pulau dalam samudra pengasingan dan kesunyian.

SEPERTI CINTA

Jangan menangis kekasihku! CINTA yang telah membuka matamu dan menyatukan hati kita berdua pasti dapat memberikan berkah dalam kesabaran kita. Karena seperti CINTA memberimu sebuah mahkota, demikian juga dia akan menyalibmu. Demi pertumbuhanmu begitu juga demi pemangkasanmu. Seperti halnya dia membumbung, mengecup puncak-puncak ketinggianmu, membelai mesra ranting-ranting terlembut yang bergetar dalam cahaya matahari, demikian juga dia menghujam kedasar akarmu, mengguncang-guncangnya dari ikatanmu dengan tanah.

KASIH

Kasih …. Dimalam yang dingin mencekam ini, aku teringat, teringat pada dirimu yang jauh disana, kuharap kau sudi hadir dalam setiap mimpi-mimpiku dan disetiap malam-malam dinginku, andaikan saja aku punya sayap aku ingin sekali terbang dan hinggap dalam lubuk hatimu, tapi aku hanyalah seberkas bayang semu yang hanya melintas, yang tak bisa menggapaimu…

CINTA

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta. Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi," Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?". Jawab titis air mata kedua tu," Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja." Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, s...

HARAPAN

Harapan adalah kata yang menjanjikan disana ada kegairahan, disana ada kebahagiaan, dan disana pula ada tersimpan kesedihan… Aku bertanya pada jiwa yang hampa adakah setitik harapan dalam hatinya, adakah mimpi yang ingin digapai…. Aku berharap semua itu menjadi nyata…Janganlah berputus asa, karena kegagalan yang pertama tidak bermakna untuk tidak dibangun semula. Hidup ini ibarat pusingan roda adakalanya melalui batu-batu serta kelopak-kelopak yang menghalangi dalam perjalanan…Berusahalah untuk lebih baik dari pada hari kemarin karena kegagalan itu dapat mewarnai kehidupan yang kita jalani

WAKTU

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun….semua itu adalah waktu…tak terasa waktu begitu cepat berlalu…suka duka dan ada hari yang aku jalani dengan orang yang kucintai…jalinlah cinta itu dengan satu titik kebenaran sebagai tuntunan kita dalam hidup. Aku mencintai dia lebih dari segalanya…cinta dan keinginan hati tidak dapat kita bohongi dan kita sembunyikan…mata dan hati adalah pandangan dimana disaat kita harus memilih apa dan tujuan akhir dari cinta itu sendiri…karena didalam hidup kita harus memilih…kebahagian, kesedihan, kehilangan itulah hidup…hidup hanya sekali dan mencintai dengan sebenar-benarnya itupun hanya sekali makanya kita harus memilih…itulah sepenggal kata dariku.. Semua yang aku lakukan tidak pernah aku katakan dan semua apa yang aku katakan tidak pernah aku lakukan…

DUA KEINGINAN

Di keheningan malam, Sang Maut turun dari hadirat Tuhan menuju ke bumi. Ia terbang melayang-layang di atas sebuah kota dan mengamati seluruh penghuni dengan tatapan matanya. Ia menyaksikan jiwa-jiwa yang melayang-layang dengan sayap-sayap mereka, dan orang-orang yang terlena di dalam kekuasaan sang lelap. Ketika rembulan tersungkur kaki langit, dan kota itu berubah warna menjadi hitam legam, Sang Maut berjalan dengan langkah tenang di tengah pemukiman -- berhati-hati tidak menyentuh apapun -- sampai tiba di sebuah istana. Dia masuk dan tak seorang pun kuasa menghalangi. Dia tegak di sisi sebuah ranjang dan menyentuh pelupuk matanya, dan orang yang tidur itu bangun dengan ketakutan. Melihat bayangan Sang Maut di hadapannya, dia menjerit dengan suara ketakutan, "Menyingkirlah kau dariku, mimpi yang mengerikan! Pergilah engkau makhluk jahat! Siapakah engkau ini? Dan bagaimana mungkin kau masuk istana ini? Apa yang kau inginkan? Minggatlah, karena akulah empunya rumah ini. Enyahlah ka...

PERKENANKAN AKU

Perkenankanlah aq menyentuhmu.... Perkenankanlah aq mendengarkan suara hatimu... renggutlah cadar ini yang menutupi tujuanku merangkai bahasa CINTA dan mengukir indahnya CINTA. Robohkanlah dinding ini yang menghalangi dewiku dari pandanganku dan tempatkan aku diatas sepasang sayap dengan ukiran kata SAYANG...

PANDANGAN PERTAMAKU

Pandangan pertamaku padamu pada awalnya bukanlah sebuah kebenaran dariku. Waktu yang telah mengikat hati kita, mengokohkan kepercayaanku tentang adanya keabadian dan nyala jiwa yang takkan pernah padam.

MALAM

Kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan selimutnya di wajah bumi, aku bangun dan berjalan ke laut, "Laut tidak pernah tidur, dan dalam keterjagaannya itu laut menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.", Ketika aku sampai di pantai, kabut dari gunung menjuntaikan kakinya seperti selembar jilbab yang menghiasi wajah seorang gadis. Aku melihat ombak yang berdeburan. Aku mendengar puji-pujiannya kepada Tuhan dan bermeditasi di atas kekuatan abadi yang tersembunyi di dalam ombak-ombak itu - kekuatan yang lari bersama angin, mendaki gunung, tersenyum lewat bibir sang mawar dan menyanyi dengan desiran air yang mengalir di parit-parit. Lalu aku melihat tiga Putera Kegelapan duduk di atas sebongkah batu. Aku menghampirinya seolah-olah ada kekuatan yang menarikku tanpa aku dapat melawannya. Aku berhenti beberapa langkah dari Putera Kegelapan itu seakan-akan ada tenaga magis yang menahanku. Saat itu, salah satunya berdiri dan dengan suara yang seolah berasal dari dalam laut ia b...