Dari Selatan dan Utara Bertemu di UGM

Bagian I 

Siapakah Saya, Aku yang Kikuk dan Kehidupan Kampus

Di suatu pagi pada tahun 2009 di kos-kosan pria sekitaran jalan Kaliurang tepatnya bersebelahan dengan kuburan umum yang bersanding dengan warung bubur kacang hijau (Burjo) tempat mahasiswa yang kos atau merantau ke kota Yogyakarta bercengkrama dan bersosialisasi kehidupan selama di kota Yogyakarta, tempat ini adalah sebuah tempat yang dikelilingi oleh keindahan alam yang tidak jauh dari Universitas Gadjah Mada (UGM), terdapat seorang mahasiswa bernama Rahwana. Rahwana yang berasal dari utara pulau Sumatera adalah seorang mahasiswa tahun pertama yang hidup dengan status jomblo yang ngenes atau disingkat JONES yang dimana tampilan nya biasa-biasa saja dan kehidupan biasa-biasa juga dan merupakan mahasiswa “Kupu-kupu” (Kuliah pulang Kuliah Pulang) dan termasuk golongan mahasiswa “Cupu”. Dia diam-diam jatuh cinta pada seorang mahasiswi popular dan cantik di kampusnya bernama Sinta yang berasal dari selatan pulau Sumatera, dimana Rahwana dan Sita ini satu jurusan satu Angkatan dan satu kelas juga di UGM.

Suatu hari, ketika waktu kuliah tiba, Rahwana melihat Sita sedang berdiskusi dengan teman-temannya di kampus. Hatinya berbunga-bunga saat melihat Sita begitu bersemangat dan ceria. Namun, saat dia mencoba mendekati mereka, Rahwana merasa ragu dan canggung.

Rahwana merasa takut mengganggu percakapan mereka atau mungkin merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga untuk ikut berdiskusi dengan mereka. Rasa ketidakpercayaan diri melanda pikirannya, membuatnya merasa salah tingkah dan kehilangan keberanian. Dia berjalan perlahan melewati mereka, berharap tidak terlihat terlalu canggung. Rahwana memutuskan untuk mencari tempat sepi di kampus, di mana dia bisa merenung dan mengatasi rasa tidak percaya dirinya.

Di bawah pohon rindang, Rahwana duduk sendirian dtemani lagu the second you sleep oleh band saybia, merenung tentang kejadian tadi. Dia bertanya pada dirinya sendiri, "Mengapa aku merasa tidak cukup baik untuk berdiskusi dengan Sita dan teman-temannya? Apa yang membuatku merasa tidak berharga?"

Lalu, seorang teman sekelas Rahwana, bernama Arjuna, yang melihat Rahwana sedang dalam keadaan termenung, mendekatinya dan duduk di sebelahnya. Arjuna menyadari kekhawatiran yang membebani Rahwana dan ingin membantu. Arjuna adalah sosok yang ramah, cerdas, dan memiliki karisma yang menarik. Dia dikenal oleh banyak orang di kampus, baik dari berbagai jurusan maupun tingkatan. Keahliannya dalam berbicara di depan umum dan kemampuannya membangun hubungan yang baik membuatnya disegani dan dihormati oleh rekan-rekannya.

" Rahwana, apa yang sedang kamu pikirkan? Kamu terlihat sedih," kata Arjuna dengan penuh perhatian.

Rahwana memandang Arjuna, lalu mengungkapkan kekhawatirannya, "Arjuna, tadi aku melihat Sita sedang berdiskusi dengan teman-temannya. Aku ingin ikut bergabung, tapi aku merasa tidak cukup baik dan tidak layak untuk itu. Aku merasa tidak berharga di mata mereka."

Arjuna tersenyum dan menepuk bahu Rahwana dengan ramah. " Rahwana, jangan biarkan ketidakpercayaan diri merusak kebahagiaanmu. Kamu adalah orang yang istimewa, dengan kualitas unik yang hanya kamu miliki. Percayalah pada dirimu sendiri, dan jangan ragu untuk ikut berdiskusi dan berinteraksi dengan Sita dan teman-temannya." Rahwana mengangguk, merasakan dorongan semangat dari kata-kata Arjuna. Dia menyadari bahwa dia harus mengatasi rasa tidak percaya diri dan menunjukkan keberanian untuk berpartisipasi dalam percakapan.

Dengan semangat yang baru, Rahwana berjalan kembali ke tempat Sita dan teman-temannya berada. Dia memilih untuk menghadapi rasa tidak nyaman dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia adalah bagian penting dari kelompok tersebut.

Ketika Rahwana mendekati mereka, Sita melihatnya dan tersenyum lembut. " Rahwana, ikutlah bergabung! Kami sedang membahas topik yang menarik," kata Sita dengan penuh antusiasme.

Rahwana melepaskan rasa canggungnya dan tersenyum. Dia bergabung dengan percakapan, berbagi pemikiran dan ide-idenya dengan percaya diri. Dia menyadari bahwa Sita dan teman-temannya menerima kehadirannya dengan hangat dan menghargai kontribusinya.

Bagian II

Mahasiswa yang Populer

Rahwana secara diam-diam dan terkadang terang-terangan berusaha mendapatkan perhatian Sinta, berusaha untuk menjadi mahasiswa populer di kampusnya layaknya seperti Arjuna. Dia mulai mengikuti berbagai kegiatan organisasi, klub, dan acara kampus. Rahwana berusaha menunjukkan kemampuan dan bakatnya dalam harapan bisa menarik perhatian Sinta.

Namun, semakin Rahwana berusaha, semakin dia merasa tertekan dan menjauh dari Sinta. Rahwana tidak sadar atau ingat ada seorang wanita  bernama Mandodari yang ada di kampung halaman nya yang ingin berkuliah dikampus yang sama dengan Rahwana dimana tanpa dia sadari Mandodari ini juga menyukai Rahwana secara diam-diam.Dia si Rahwana ini menjadi sibuk dengan kegiatan-kegiatan kampusnya seperti ikut serta dalam kontestasi pemilihan ketua BEM akan tetapi karena tidak populeran nya pada akhir nya Rahwana ini hanya terpilih menjadi wakil ketua BEM fakultasnya dan bermain bersama klub futsal yang ia dan kawan-kawan nya yang ia dirikan di kampusnya, tetapi ia merasa kehilangan waktu untuk belajar dan fokus pada prestasinya di kelas. Rahwana menjadi kelelahan dan stres karena mencoba memenuhi harapan orang lain dan merubah dirinya demi mendapatkan cinta Sinta.

Memang benar, berusaha menjadi seolah-olah mahasiswa yang populer hanya untuk mendapatkan perhatian seseorang bisa menimbulkan perasaan yang rumit dan menyakitkan. Terkadang, seseorang mungkin merasa terbebani dengan tekanan untuk tampil sempurna dan memenuhi harapan orang lain. Selain itu, upaya tersebut juga dapat menghasilkan perasaan tidak autentik dan kehilangan identitas asli seseorang.

Suatu hari, Rahwana dihampiri oleh seorang teman yang bijak tetapi berbeda fakultas tapi satu tempat kos dengan dirinya, Rahwana dan Kumbakarana ini berasal dari kampung halaman yang sama serta mereka adalah teman dari zaman sekolah sebelum kuliah dulu, sebagai seorang teman baik Kumbakarna, melihat kegelisahan Rahwana dan memutuskan untuk memberikan nasihat.

"Hai, Rahwana," kata Kumbakarna, yang biasa di sapa oleh Rahwana dengan Kumba, "Saya melihat kamu sedang berusaha menjadi seseorang yang kamu tidak sebenarnya hanya untuk mendapatkan perhatian Sinta. Apakah itu benar-benar apa yang kamu inginkan?"

Rahwana terdiam sejenak. Setelah merenung, ia akhirnya mengakui, "Tidak, Kumba,. Saya hanya ingin Sinta menyukai saya sebagaimana adanya. Saya ingin dia melihat kebaikan dan keunikan yang ada dalam diri saya."

Kumbakarna, tersenyum. "Jadi, apa yang menghentikanmu dari menunjukkan siapa dirimu sebenarnya?"

Rahwana merenung sejenak dan kemudian tersenyum. "Kamu benar, Kumba,. Saya harus percaya pada diri sendiri dan menunjukkan yang ada dalam diri saya. Jika Sinta tidak bisa melihat itu, mungkin dia bukanlah orang yang tepat untuk saya."

Dari hari itu, Rahwana berhenti berusaha mencoba menjadi mahasiswa populer. Dia fokus pada kegiatan yang benar-benar menarik minatnya dan memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan kampus. Rahwana mulai menunjukkan siapa dirinya sebenarnya dan menggali potensi-potensi yang ada dalam dirinya.

Rahwana belajar bahwa menjadi diri sendiri adalah kunci untuk menarik perhatian orang yang tepat dalam hidupnya. Ia belajar bahwa cinta sejati datang ketika seseorang menerima dan mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu.

Setelah Rahwana menemukan keberanian untuk menjadi dirinya sendiri, hubungan antara Rahwana dan Sita semakin erat. Mereka menikmati kesamaan mereka dalam mencintai petualangan dan keindahan alam. Salah satu tempat yang mereka kunjungi adalah Pantai Parangtritis.

Bersambung......

Lanjutan https://ujo85.blogspot.com/2023/06/dari-selatan-dan-utara-bertemu-di-ugm_2.html



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sila ke-5 Pancasila dan Koperasi di Indonesia

HARAPAN

KASIH