Dari Selatan dan Utara Bertemu di UGM (Akhir)
Bagian IV
Semua Tak Seindah yang Dibayangkan
Tak terasa waktu satu tahun telah terlewati meskipun Rahwana dan Sita telah menemukan cinta sejati mereka di Pantai Parangtritis sampai gunung Merapi, takdir mempertemukan mereka dengan tantangan akhirnya dating juga. Di tengah perjalanan mereka, mereka bertemu dengan seorang mahasiswi bernama Mandodari yang juga berasal dari kampung halaman Rahwana, tak disangka Mandodari telah berhasil masuk ke kampus UGM sebagai mahasiswi baru tahun ini
Mandodari adalah seorang gadis cerdas dan penuh pesona yang juga belajar di kampus UGM tetapi berbeda jurusan satu fakultas dan satu Angkatan dibawah Rahwana. Dia memiliki kepribadian yang menarik dan banyak kesamaan dengan Rahwana. Ketika Rahwana dan Mandodari mulai menghabiskan waktu bersama, perasaan mereka tumbuh menjadi lebih dari sekadar persahabatan.
Sementara itu, Sita merasakan perubahan dalam hubungan mereka. Dia merasa kehilangan perhatian Rahwana dan merasa ada jarak di antara mereka. Sita merasa cemburu dan khawatir bahwa Rahwana mungkin jatuh cinta pada Mandodari.
Rahwana merasa terjebak dalam dilema. Di satu sisi, dia mencintai Sita dengan sepenuh hati dan ingin mempertahankan hubungan mereka. Namun, di sisi lain, ia juga merasa terikat dengan perasaannya terhadap Mandodari.
Dalam percakapan yang jujur dengan Sita, Rahwana mengungkapkan kebingungannya. Dia menjelaskan bahwa ia beralasan ingin mengejar gelar sarjana sesuai dengan keinginan orang tuanya dan merasa perlu untuk meninggalkan cinta mereka. Rahwana menganggap ini sebagai jalan yang paling baik untuk mencapai masa depan yang sukses.
Sita, meskipun sedih, memahami keputusan Rahwana. Dia mencintai Rahwana dengan tulus dan ingin yang terbaik baginya. Meskipun terasa menyakitkan, Sita setuju untuk memberikan kebebasan kepada Rahwana untuk mengejar impian akademiknya.
Mereka berdua menghabiskan waktu terakhir mereka bersama di Pantai Indrayanti ketika ada darmawisata dari kampus mereka. Mereka berjalan di sepanjang pantai, mengenang kenangan indah yang mereka bagi. Rahwana dan Sita berjanji untuk selalu mengingat satu sama lain dan mempertahankan ikatan cinta mereka, meskipun mereka harus berpisah.
Rahwana fokus pada studinya untuk mendapatkan gelar sarjana. Dia menghabiskan waktu yang intensif di perpustakaan dan berusaha untuk mencapai prestasi yang tinggi. Mandodari tetap ada di kehidupannya sebagai teman dekat, tetapi Rahwana mencoba untuk menahan perasaannya dan menjaga jarak yang sesuai.
Sementara itu, Sita menjalani kehidupan yang penuh dengan kekuatan dan keteguhan. Meskipun rasa rindu terkadang menghampirinya, dia tetap setia pada janjinya untuk tetap mencintai Rahwana dari jauh. Dia menggunakan waktu dan energinya untuk mengembangkan diri, mengejar minatnya, dan mencapai impian pribadinya.
Bagian V
Ujung yang Menyakitkan
Ketika hari kelulusan tiba, Rahwana ada diantrian wisudawan di Graha Sabha dan memegang gelar sarjana yang diimpikan. Dia merasa senang dan bangga atas pencapaiannya, tetapi juga merasa hampa tanpa kehadiran Sita.
Di tengah kegembiraaan acara kelulusan, dari sisi lapangan Rahwana melihat Sita di antara kerumunan. Hatinya berdebar kencang dan ia ingin berlari mendekatinya. Dalam lamunan kepala Rahwana berharap bisa berpelukan Kembali Bersama dengan penuh rasa cinta dan rindu yang ia ingin curahkan ke Sita. Rahwana menyadari itu tak mungkin terjadi bahwa, meskipun mereka telah berpisah dan mengalami cobaan, Rahwana masih berharap cinta mereka tetap kuat.
Dalam kebersamaan yang dirayakan, Rahwana, Sita, dan Mandodari Ketika itu Mandodori adalah bagian kepanitiaan acara wisuda kali itu duduk bersama untuk dan disela-sela pembicaraaan Rahwana mencoba membicarakan masa depan mereka bertiga. Mereka berjanji untuk membangun hubungan yang jujur dan saling mendukung satu sama lain. Keberhasilan Rahwana menjadi sebuah pengingat bahwa cinta sejati dapat menghadapi tantangan dan tetap bertahan.
Di sela-sela pertemuan itu Rahwana sempat berujar kepada mereka dan coba mengakui dia suka dan cinta kepada mereka berdua serta dia telah masuk dalam derama cinta segitiga, sambil berujar Rahwana mengutarakan potongan kalimat dari Johann Wolfgang von Goethe "Cinta segitiga adalah pelajaran pahit yang diberikan oleh kehidupan, di mana hati terpecah menjadi tiga bagian yang saling terikat, mencari kehangatan yang tidak bisa sepenuhnya dimiliki oleh satu orang.", Daam kebisuan tak disangka sangka Sita pun berujar membalas kata-kata yang di ucapkan Rahwana sebelumnya, “Dalam cinta segitiga, cinta menjadi anugerah dan kutukan, menghadirkan kebahagiaan yang melampaui kata-kata, tetapi juga kepedihan yang terperi.” Kalimat yang pernah di ungkapkan oleh Victor Hugo dan ia berkata dengan lirih sambil berurai air mata “Kembalilah Kau Ke Utara Biarkan Aku Sendiri di Selatan”, Hal ini tidak aneh karena mereka dari awal memang suka dan selalu membaca buku sastra, seperti Rahwana di kos nya banyak tersimpan buku-buku pujanga sastra di antara tumpukan buku diktat kuliah nya.
Kisah cinta segitiga ini mengajarkan mereka pentingnya komunikasi, kepercayaan, dan kesetiaan dalam suatu hubungan. Rahwana, Sita, dan Mandodari menjalani kehidupan mereka dengan kepercayaan bahwa cinta mereka akan selalu bersinar meskipun jalannya tidak selalu mudah.
Di akhir cerpen singkat ini penulis ingin mengutip kalimat yang pernah di ucapkan oleh Rainer Maria Rilke "Cinta segitiga adalah refleksi dari ketidakmampuan manusia untuk memiliki sepenuhnya, mengungkapkan dengan jelas ambivalensi emosi dan kerentanan jiwa yang tak terduga." Dan Leo Tolstoy "Cinta segitiga adalah medan pertempuran yang dipenuhi kegelapan dan terang, ketidaksadaran diri dan pengorbanan, yang menguji kekuatan dan kejujuran cinta sejati." Semoga cerita ini dapat memberikan pelajaran bagi kita semua. Cinta segitiga memang seringkali menyakitkan. Dalam situasi ini, setiap individu terlibat dalam perasaan yang rumit dan terkadang bertentangan. Perasaan cemburu, kebingungan, dan perasaan tidak aman dapat menghantui setiap orang yang terlibat.
Situasi seperti ini dapat menimbulkan konflik emosional yang mendalam. Setiap individu dalam cinta segitiga ini mungkin merasakan kehilangan, kesepian, dan kebingungan yang mendalam. Rasanya seperti berada dalam labirin yang sulit keluar. Namun, penting juga untuk diingat bahwa setiap situasi cinta segitiga berbeda-beda. Tidak ada jawaban yang tepat atau solusi yang bisa diterapkan secara umum. Setiap individu dan hubungan memiliki dinamika dan konteksnya sendiri.
Penting untuk mendapatkan dukungan dan bantuan dari teman, keluarga, atau bahkan profesional jika perlu. Mereka dapat memberikan pandangan dan perspektif yang objektif, serta membantu mengatasi perasaan yang rumit dan menyakitkan.
Pada akhir cerita ini, setiap individu dalam cinta segitiga ini harus mengambil keputusan yang paling baik bagi diri mereka sendiri. Keputusan tersebut mungkin menyakitkan, tetapi dengan harapan akan membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam jangka panjang. Yang terpenting, semua pihak perlu belajar dari pengalaman ini, tumbuh, dan mencari kebahagiaan yang sejati.
Tamat
Komentar