Postingan

Menjadi Ultramen Adalah Jalanku Bagian II

 Bagian II Nagagini yang Baik & Kejadian yang Mengesankan Nagagini, selain kecantikan dan popularitasnya, juga dikenal sebagai siswi yang baik dan ramah kepada setiap orang di sekitarnya. Ia memiliki sifat yang hangat dan mudah bergaul, membuatnya disukai oleh banyak teman sekelasnya. Tidak peduli dengan perbedaan status sosial atau popularitas, Nagagini selalu menunjukkan sikap yang inklusif dan peduli terhadap semua orang. Ia tidak pernah memandang rendah siapapun, melainkan selalu membuka hati dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Banyak siswa di kampus menganggap Nagagini sebagai sumber inspirasi dan panutan dalam menjalin hubungan antarmanusia. Nagagini sering terlibat dalam kegiatan sosial dan organisasi sekolah yang bertujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Ia secara aktif terlibat dalam program sosial masyarakat dan memberikan sumbangsihnya dalam upaya membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Kesederhanaan dan keramahannya membuat Nagagini menjadi telada...

Menjadi Ultramen Adalah Jalanku Bagian 1

 Bagian I Aku Adalah Aku Di sebuah sekolah menengah atas (SMA) yang terkenal di kota Medan dengan prestise dan kekayaan, ada seorang siswa bernama Bratasena. Bratasena adalah seorang pria sederhana yang berasal dari keluarga biasa saja. Dia memiliki ketertarikan yang kuat pada olahraga full body Contact seperti pancaksilat ataupun gulat memiliki kemampuan yang luar biasa di bidang itu dan seorang pecinta alam. Namun, di antara keramaian siswa yang kaya dan populer, Bratasena sering kali terabaikan dan dianggap sebagai orang biasa saja. Namun, hatinya ditangkap oleh seorang siswi cantik dan populer bernama Nagagini. Nagagini adalah seorang gadis yang lahir dalam keluarga yang kaya raya dan terkenal di kalangan elit. Dia memiliki kecantikan yang memukau, gaya hidup yang glamor, dan sering menjadi pusat perhatian di lingkungan sekolah. Bagi Bratasena, Nagagini adalah sosok yang jauh di atas jangkauannya. Meskipun menyadari perbedaan sosial mereka, Bratasena tidak bisa menahan perasaan...

Dari Selatan dan Utara Bertemu di UGM (Akhir)

 Bagian IV Semua Tak Seindah yang Dibayangkan Tak terasa waktu satu tahun telah terlewati meskipun Rahwana dan Sita telah menemukan cinta sejati mereka di Pantai Parangtritis sampai gunung Merapi, takdir mempertemukan mereka dengan tantangan akhirnya dating juga. Di tengah perjalanan mereka, mereka bertemu dengan seorang mahasiswi bernama Mandodari yang juga berasal dari kampung halaman Rahwana, tak disangka Mandodari telah berhasil masuk ke kampus UGM sebagai mahasiswi baru tahun ini Mandodari adalah seorang gadis cerdas dan penuh pesona yang juga belajar di kampus UGM tetapi berbeda jurusan satu fakultas dan satu Angkatan dibawah Rahwana. Dia memiliki kepribadian yang menarik dan banyak kesamaan dengan Rahwana. Ketika Rahwana dan Mandodari mulai menghabiskan waktu bersama, perasaan mereka tumbuh menjadi lebih dari sekadar persahabatan. Sementara itu, Sita merasakan perubahan dalam hubungan mereka. Dia merasa kehilangan perhatian Rahwana dan merasa ada jarak di antara mereka. Sita...

Dari Selatan dan Utara Bertemu di UGM (Lanjutan)

Bagian III Cinta Itu Akhirnya Pun Tumbuh Pantai Parangtritis terkenal dengan pasir hitamnya yang lembut dan ombaknya yang menggoda. Rahwana dan Sita mengatur waktu untuk pergi bersama dan menikmati keajaiban pantai itu. Mereka merasa terkesima oleh pemandangan yang spektakuler saat matahari terbenam di cakrawala dan menyinari permukaan laut yang luas. Rahwana dan Sita pada sore hari itu dengan motor bututnya Rahwana berjalan menembus hiruk pikuk nya kota Yogya menuju pantai Parangtritis menghabiskan waktu berjalan-jalan di sepanjang pantai, sambil menghirup udara segar, dan bermain-main di tepi air. Mereka tertawa riang saat ombak mencoba mengenai kaki mereka dan membasahi celana mereka dan menikmati sensasi angin laut pada sore itu yang menyapu rambut mereka. Saat malam tiba, Rahwana dan Sita duduk bersama di pinggir pantai, menikmati gemerlap bintang di langit. Mereka bercerita satu sama lain tentang mimpi dan harapan mereka di masa depan. Rahwana menjanjikan untuk selalu mendukung i...

Dari Selatan dan Utara Bertemu di UGM

Bagian I  Siapakah Saya, Aku yang Kikuk dan Kehidupan Kampus Di suatu pagi pada tahun 2009 di kos-kosan pria sekitaran jalan Kaliurang tepatnya bersebelahan dengan kuburan umum yang bersanding dengan warung bubur kacang hijau (Burjo) tempat mahasiswa yang kos atau merantau ke kota Yogyakarta bercengkrama dan bersosialisasi kehidupan selama di kota Yogyakarta, tempat ini adalah sebuah tempat yang dikelilingi oleh keindahan alam yang tidak jauh dari Universitas Gadjah Mada (UGM), terdapat seorang mahasiswa bernama Rahwana. Rahwana yang berasal dari utara pulau Sumatera adalah seorang mahasiswa tahun pertama yang hidup dengan status jomblo yang ngenes atau disingkat JONES yang dimana tampilan nya biasa-biasa saja dan kehidupan biasa-biasa juga dan merupakan mahasiswa “Kupu-kupu” (Kuliah pulang Kuliah Pulang) dan termasuk golongan mahasiswa “Cupu”. Dia diam-diam jatuh cinta pada seorang mahasiswi popular dan cantik di kampusnya bernama Sinta yang berasal dari selatan pulau Sumatera, di...

Pemilik Sejati nya Pancasila

Pancasila, sebagai dasar filsafat negara Indonesia, menempatkan rakyat sebagai pemilik yang sejati. Pancasila bukanlah milik partai politik tertentu atau individu tunggal, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia. Prinsip kedaulatan rakyat yang terkandung dalam Pancasila menegaskan bahwa kekuasaan berada pada rakyat sebagai penguasa tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan dan arah pembangunan negara tidak dapat hanya ditentukan oleh satu partai politik atau individu, tetapi harus melibatkan partisipasi aktif seluruh rakyat. Rakyat sebagai pemilik Pancasila memiliki hak dan kewajiban dalam menentukan nasib bangsa. Melalui hak suara dalam pemilihan umum, rakyat berperan dalam memilih wakil-wakilnya untuk mewakili kepentingan dan aspirasi rakyat di lembaga-lembaga pemerintahan. Selain itu, rakyat memiliki peran penting dalam mengawasi pelaksanaan Pancasila oleh pemerintah dan institusi publik. Rakyat dapat memberikan kritik, saran, dan partisipasi dalam proses pengambilan kep...

Sila ke-5 Pancasila dan Koperasi di Indonesia

  Sila ke-5 Pancasila dan Koperasi di Indonesia Fauzan Nur Ahmadi   Sila ke-5 Pancasila, yaitu "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," memiliki keterkaitan yang erat dengan perkembangan koperasi di Indonesia saat ini. Sila ini menekankan pentingnya keadilan sosial, kesetaraan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Koperasi merupakan suatu bentuk organisasi ekonomi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip keadilan sosial, partisipasi aktif, dan kebersamaan. Dalam konteks Indonesia, koperasi telah memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat. Di Indonesia, terdapat berbagai jenis koperasi, mulai dari koperasi simpan pinjam, koperasi konsumen, hingga koperasi produksi. Koperasi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan ekonomi, baik sebagai anggota maupun pemilik usaha. Koperasi juga berfungsi sebagai wadah bagi masyarakat untuk berkolaborasi, saling mendukung, d...

Ketika Derita Mengabadikan Cinta

"Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. .." Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo. Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu. Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya ...

KENANGAN HARI INI

Mengetahui bahwa kemarin adalah kenangan hari ini dan mimpi esok hari… Itulah bernyanyi dalam dirimu yang masih tinggal di dalam ikatan masa pertama itu yang menyerahkan bintang ke angkasa. Bila dalam pikiranmu kau harus mengukur waktu dalam musim, biarkan masing-masing cuaca berputar diseluruh musim…. Dan biarkan hari ini memeluk masa lalu dengan kenangan dan masa depan dengan penantian.

SENYUMMU

Aku tak tahu harus berkata apa perih di dadaku telah kau obati dengan senyummu aku hanya bisa berharap untuk menempatkanmu dipundi-pundi kebahagiaanku karena kau satu-satunya. Hidupku tanpamu adalah sebuah pulau dalam samudra pengasingan dan kesunyian.

SEPERTI CINTA

Jangan menangis kekasihku! CINTA yang telah membuka matamu dan menyatukan hati kita berdua pasti dapat memberikan berkah dalam kesabaran kita. Karena seperti CINTA memberimu sebuah mahkota, demikian juga dia akan menyalibmu. Demi pertumbuhanmu begitu juga demi pemangkasanmu. Seperti halnya dia membumbung, mengecup puncak-puncak ketinggianmu, membelai mesra ranting-ranting terlembut yang bergetar dalam cahaya matahari, demikian juga dia menghujam kedasar akarmu, mengguncang-guncangnya dari ikatanmu dengan tanah.

KASIH

Kasih …. Dimalam yang dingin mencekam ini, aku teringat, teringat pada dirimu yang jauh disana, kuharap kau sudi hadir dalam setiap mimpi-mimpiku dan disetiap malam-malam dinginku, andaikan saja aku punya sayap aku ingin sekali terbang dan hinggap dalam lubuk hatimu, tapi aku hanyalah seberkas bayang semu yang hanya melintas, yang tak bisa menggapaimu…

CINTA

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta. Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi," Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?". Jawab titis air mata kedua tu," Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja." Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, s...

HARAPAN

Harapan adalah kata yang menjanjikan disana ada kegairahan, disana ada kebahagiaan, dan disana pula ada tersimpan kesedihan… Aku bertanya pada jiwa yang hampa adakah setitik harapan dalam hatinya, adakah mimpi yang ingin digapai…. Aku berharap semua itu menjadi nyata…Janganlah berputus asa, karena kegagalan yang pertama tidak bermakna untuk tidak dibangun semula. Hidup ini ibarat pusingan roda adakalanya melalui batu-batu serta kelopak-kelopak yang menghalangi dalam perjalanan…Berusahalah untuk lebih baik dari pada hari kemarin karena kegagalan itu dapat mewarnai kehidupan yang kita jalani

WAKTU

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun….semua itu adalah waktu…tak terasa waktu begitu cepat berlalu…suka duka dan ada hari yang aku jalani dengan orang yang kucintai…jalinlah cinta itu dengan satu titik kebenaran sebagai tuntunan kita dalam hidup. Aku mencintai dia lebih dari segalanya…cinta dan keinginan hati tidak dapat kita bohongi dan kita sembunyikan…mata dan hati adalah pandangan dimana disaat kita harus memilih apa dan tujuan akhir dari cinta itu sendiri…karena didalam hidup kita harus memilih…kebahagian, kesedihan, kehilangan itulah hidup…hidup hanya sekali dan mencintai dengan sebenar-benarnya itupun hanya sekali makanya kita harus memilih…itulah sepenggal kata dariku.. Semua yang aku lakukan tidak pernah aku katakan dan semua apa yang aku katakan tidak pernah aku lakukan…

DUA KEINGINAN

Di keheningan malam, Sang Maut turun dari hadirat Tuhan menuju ke bumi. Ia terbang melayang-layang di atas sebuah kota dan mengamati seluruh penghuni dengan tatapan matanya. Ia menyaksikan jiwa-jiwa yang melayang-layang dengan sayap-sayap mereka, dan orang-orang yang terlena di dalam kekuasaan sang lelap. Ketika rembulan tersungkur kaki langit, dan kota itu berubah warna menjadi hitam legam, Sang Maut berjalan dengan langkah tenang di tengah pemukiman -- berhati-hati tidak menyentuh apapun -- sampai tiba di sebuah istana. Dia masuk dan tak seorang pun kuasa menghalangi. Dia tegak di sisi sebuah ranjang dan menyentuh pelupuk matanya, dan orang yang tidur itu bangun dengan ketakutan. Melihat bayangan Sang Maut di hadapannya, dia menjerit dengan suara ketakutan, "Menyingkirlah kau dariku, mimpi yang mengerikan! Pergilah engkau makhluk jahat! Siapakah engkau ini? Dan bagaimana mungkin kau masuk istana ini? Apa yang kau inginkan? Minggatlah, karena akulah empunya rumah ini. Enyahlah ka...

PERKENANKAN AKU

Perkenankanlah aq menyentuhmu.... Perkenankanlah aq mendengarkan suara hatimu... renggutlah cadar ini yang menutupi tujuanku merangkai bahasa CINTA dan mengukir indahnya CINTA. Robohkanlah dinding ini yang menghalangi dewiku dari pandanganku dan tempatkan aku diatas sepasang sayap dengan ukiran kata SAYANG...

PANDANGAN PERTAMAKU

Pandangan pertamaku padamu pada awalnya bukanlah sebuah kebenaran dariku. Waktu yang telah mengikat hati kita, mengokohkan kepercayaanku tentang adanya keabadian dan nyala jiwa yang takkan pernah padam.

MALAM

Kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan selimutnya di wajah bumi, aku bangun dan berjalan ke laut, "Laut tidak pernah tidur, dan dalam keterjagaannya itu laut menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.", Ketika aku sampai di pantai, kabut dari gunung menjuntaikan kakinya seperti selembar jilbab yang menghiasi wajah seorang gadis. Aku melihat ombak yang berdeburan. Aku mendengar puji-pujiannya kepada Tuhan dan bermeditasi di atas kekuatan abadi yang tersembunyi di dalam ombak-ombak itu - kekuatan yang lari bersama angin, mendaki gunung, tersenyum lewat bibir sang mawar dan menyanyi dengan desiran air yang mengalir di parit-parit. Lalu aku melihat tiga Putera Kegelapan duduk di atas sebongkah batu. Aku menghampirinya seolah-olah ada kekuatan yang menarikku tanpa aku dapat melawannya. Aku berhenti beberapa langkah dari Putera Kegelapan itu seakan-akan ada tenaga magis yang menahanku. Saat itu, salah satunya berdiri dan dengan suara yang seolah berasal dari dalam laut ia b...